Monday, September 22, 2014

Betawi-London pake ojek!Part TU

Menyambung sisa cerita kemaren...


En entendant Fernades!
Saat masuk, saya edarkan pandangan ke sekitar, selain Taufik, tak nampak lagi wajah yang saya kenal di dalam. Kecuali beberapa artis yang mungkin sengaja diundang.  Ballroomnya cukup sesak, di depan nampak orang-orang duduk sedikit berjejal-jejal. Setelah mata sedikit bergerilya, saya nemu tempat duduk disebelah kiri belakang. Ternyata yang disamping saya itu orang Airasia, sempet ngobrol sebentar, cuma lupa namanya. Oh, maafkan. Kelemahan saya adalah mengingat nama.

Setelah duduk sebentar, tak berapa lama, nampak ada entourage yang masuk ke ballroom. Yep, that’s the Man that i’ve been waiting for. Erm, saya sedikit beringsut maju ke depan, agak bimbang juga buat moto-moto beliau. Tapi lantas saya teringat kembali sama pengalaman saya waktu SD dulu itu lho, inget gak? (Omaygwd!udah lupa?sebagai hukuman, silahkan balik lagi ke paragraf 6 disinih! :P) Obi Mesakh aja dapet tanda tangannya, masa cuman tinggal sentahsentuh tombol dilayar hengpon aja gak bisa.

you just got selfied, sir!
Jadilah sayapun beringsut kedepan. Sedikit berjinjit pelan, bak seekor macan betina yang mengintai mangsanya. Sampai di depan beliau, banyak pewarta foto juga yang guyub ngambil foto Tony yang santai duduk-duduk gitu. Erm, yang lain pada mundur teratur, terus Tony  juga keliatan loosen up gitu. Ah, tetiba saja, dengan impulsifnya, saya melemparkan pertanyaan itu “ Sir, may i have a selfie with you?” yes, you’ve heard it right. Saya bukan tipikal yang suka berselfi ria. Silahkan keypoin akun FB saya. Tapi entah saat itu seperti ada urgensi, “Kapan lagi woooy bisa 40 cm deket-deket sama Tony Fernandes kalo gak lagi depan layar kaca—which means ada kemungkinan mata saya rabun dekat karena nonton terlalu mepet deket layar :P) And like a gentleman he was, “Of course” he said. Berikut ini barbuknya, hihihi. Beres selfie, saya pamit mundur sambil gak lupa bilang tenggyu perimach gitu.  Sampe belakang, saya cekikikan sama pepita. Lupa lagi juga kenapa cekikikan. Yah, kami emang aneh, kami tau.


The Launch

Dan acara launchingnya pun berlangsung mulus. Perwakilan dari AirAsia, Big Points dan juga CIMB NIAGA masing-masing memberikan sambutan dan juga penjelasan mengenai co-brand ini. You know, saya bukan orang yang betah lama-lama dengerin orang ngemeng, terlebih dalam acara formal. Tapi gak tau saat itu, mungkin berhubung moodnya bagus karena berhasil  nyelfie bareng sama Tony, atau juga mungkin saya sendiri cukup “sold” sama produk co-brand ini. Hm, kalo musti di –decipher-in,  ada beberapa faktornya, tapi yang utama mungkin “familiriarity”. Ada kedekatan emosional yang saya rasakan pada 2 brand raksasa ini, dan rasa seperti ini tentunya gak bisa dipaksakan dong.  


Kartu kredit Co-Brand CIMB NIAGA-AIRASIA resmi diluncurkan

Saya adalah frequent fliernya Airasia, dan yah saya adalah bukti nyata taglinenya AirAsia “Now every one can fly” . Tahun 2007 lalu, adalah kali pertamanya saya menghidupkan salah satu asa saya yang mungkin terpendam kaya jerawat batu semenjak masa-masa kuliah; merantau ke luar Indonesia, tepatnya Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia. Dan semua itu terwujud berkat kehadiran Airasia yang mengantarkan saya mengudara melintas batas negara, tetapi dengan harga tiket yang begitu membumi. So i’ve been meaning to say this all along “ Thank you AirAsia for let me and million of other got the opportunity to break our shells!”

Kebetulannya lagi, saya juga sudah menjadi nasabah CIMB NIAGA sejak tahun 2004an kalo gak salah. Pertama kali buka rekening di CIMB NIAGA Setiabudhi , Bandung. Soalnya payroll saya yang puluhan M(APULUHRIBUAN) itu dikocorinnya disanah. Dan eh, selain buka rekening, saya juga malah dibonusin reunian sama temen SMP,  Bu Rossy, yang waktu itu menjabat kepala cabang disana. 2007, saya pindah nguli ke Jakarta, tapi untungnya ada cabang CIMB NIAGA Cikini yang deket sama kantor, sama CIMB NIAGA Kebon sirih yang deket sama Kostan. Dan hubungan manis saya antara CIMB NIAGA pun bisa tetap berlanjut tanpa perlu LDR. Tanpa bermaksud mbagusmbagusin, saya emang suka sama pelayanan garda depannya bank bergincu merah ini sedari dulu. Dari mulai sekuriti sampe tellernya ramah, dan ramahnya itu tulus, gak dibuat-buat. Beneran deh, i can feel the sincerity. Bukan semacam senyum manis yang dipasang dimuka, dan saat klien melengos dikit, ramahnya kontan tertanggal. Itu salah satu keunggulan CIMB NIAGA, at least buat saya pribadi. Makanya saya sih merasa diuntungkan dengan adanya co-branding ini. Saya merasa gak perlu PDKT lagi, wong “temen lama” kok. Udah apal gitulah.

Kejatuhan duren segede gaban.

Cantikkan? (eh, yang mana?)
Ivy Batuta, sang MC, dengan baju merah dan gincu berwarna sama, sudah sibuk bagi-bagi hadiah. Berturut-turut, tiket-tiket menuju Bali, Kuala Lumpur, dan Singapura sukses didapat para hadirin dan hadirat semuanya, terkecuali saya dan pepita Taufik. Bahkan ada seorang ibu, kalo gak salah marketingnya Metro TV deh, yang mungkin dihinggapi dewi fortuna; selain dapat hadiah tiket ke Singapore, eh, dese juga dapet  50.000 Big Points. Ngecessssssssssssss. 

Saat kita semua berpikir, acara udah usai. Eh, Tony ujug-ujug berkata"Wait, i still have another surprise!" Terus, beliau ngambil lagi salah satu kartu nama yang ada disana. Seorang cewe dengan rambut pendek yang sangat stylish, ciee, dipanggil ke depan. Akhirnya saya tau namanya, Lucy Nancy, salah satu travel blogger kawakan sih, kalo dibanding saya yang kafiran :P  Wow, asyiknya, Lucy boleh milih destinasi kemanapun yang dicover oleh Airasia! Tjakep! Dan jeng Lucy memilih Nepal, hasil bisikan salah satu pramugari yang megangin bowl tadi "Nepal , mbak, yang paling mahal" hhihii, Tony melototin pramugari tadi. Kocak juga. Dan kebeneran juga katanya, Lucy emang kepengen ke Nepal. But wait,  Tony juga ngasih kejutan lainnya. Lucy boleh ngajak 1 orang lainnya buat pergi nemenin dese ke Nepal.Aihhhhh, droooliiinggggggg... Sigh, sambil nyenggol Taufik. "Udah ini mah, kita gak bakalan menang" 

Tapi, tapi, tapiiiiiiii..tiba-tiba, Tony bilang"Hey, wait, I'm not finish yet.." Ups. semua kuping langsung tegak. "Masih ada lagi?" gumam saya dalam hati.

"One of you gonna fly to London!" dan ruangan itu langsung riuh menggila"And that's not it,I'm also give you 1000, not USD, but Poundsterling!" Okeh, semua mata nampaknya popped out. mannnnnnnn, 1000 pound ajah gitu!Uh, iby batuta aja ikutan heboh, gak habis-habisnya bilang wow and whoah. 

Dan, Tony pun mengulurkan tangannya, mengaduk-ngaduk semua kartu nama yang berjejalan disana. 1 kartu dibawa sudah. Semua menahan nafas. Saya juga. heu. Saat itu yang terlintas, "Man, whoever that someone would be, he/she is really lucky"

"Okay, so we got a winner. Please come forward: Susan..." Nama saya baru kesebut aja, Taufik udah heboh. Tapi ah, kan gak tau juga ada berapa nama Susan diruangan itu. Dan saat Tony nampak kesulitan menyebutkan "Angeeee..lika? from Flashpackermama"  Baiklah, saat itu saya rasanya ingin pingsan! Me, i just won a ticket to London with 1000 GBP! Alhamdullilah


the winning stage

Saat itu serasa surreal, saya seperti hidup dalam sebuah lukisan salvador Dali. Saat berjalan menuju stage,dan orang -orang memberikan saya ucapan selamat. Mungkin itu adalah 3 menit yang sangat slow-motion sekali. Waktu terasa berhentisesaat. Bahkan , saat ini, jika saya berusaha mengingat kembali hari itu, visual saya serupa blur saja. Mungkin saking dahsyatnya yah, sampe otak saya bpuncing. hahaha..

Begitu sampai di depan, Tony bilang "Hey, it's you!"  So we hug each other, konyolnya lagi, beliau pake ada acara ngegendong saya segala! hahahaha. bodor. Sayang banget , gak ada fotonya, abis konon katanya, Taufik sibuk screaming di belakang. hihihihi. Dan Kejutan itu ternyata tidak juga berhenti situ aja. Saat saya masih berusaha "grasping" semua ini, otak dan hati saya kembali dibentur kejutan lain!Tony bilang kalo saya boleh ngajak seorang lagi buat ke London, tapiiiiiiiiii..yang diajaknya musti yang hadir diacara ini. Oh, it doesn't take a brainiac to know who!La of course jeng Pepitalah yang saya ajak.dan Kamipun berbagi "squeal dan squirm" di atas panggung. What a good day!Terima kasih banyak Air Asia dan CIMB NIAGA. Now, i've tons a reason to love you guys even more. Sungguh, Monday is really a Good day for us :)




Sunday, September 21, 2014

Betawi-London pake OJEK!-partWAN




Foto boothnya, lucuk jugaaa :)

“Hayuk  ah, betawi tea cyn!” jari saya lincah mengetik virtual keyboard di telepon pintar saya yang umurnya baru sebulan. Sesekali telunjuk saya sibuk menekan tombol panah x, karena seringnya huruf yang salah yang tersentuh.

Tak selang berapa lama , notifikasi aplikasi whatsapp bunyi di layar 3 inchi tersebut. Saya membacanya “Okay, aku dapet nuker shift malam da” Begitu balasan dari si “cantik”, Taufik aka Pepita, panggilan sayang member BD jabar padanya.

Baiklah, hari Senin 15 September 2014, ternyata menjadi hari yang bersejarah buat kami berdua. Kami janjian buat pergi ke Jakarta, untuk menghadiri launching Co-brand CIMB NIAGA-AIR ASIA INDONESIA, yaitu kartu kredit yang khusus digadang-gadang untuk para traveller. Keuntungan utamanya itu kalo belanja tiket di webnya Airasia, langsung dapet 3 big poin per kelipatan 6000 rupiah, berarti 3 kali lipat daripada bayar tiket pake kartu kredit  lain. Sementara kalo belanja di merchant lain, baik online maupun offline, tetep dapetnya 1 big poin saja. Terus, nilai pembelanjaan juga bisa displit jadi  3 bulan  dengan bunga NOLPERSEN, berlaku untuk semua transaksi ritel dengan minimum pembelanjaan Rp500.000. Poin big yang didapat, secara otomatis dikreditkan ke nomor BIG Shot ID yang secara langsung diperoleh nasabah, dan tercetak di kartu kredit co-brand ini.

“Kok bisa dateng sih?”-banyak yang nanya
Jadi begeneh, teman saya kebetulan bekerja di bank berkelir merah itu, dan dia meminta bantuan saya mendata beberapa travel blogger untuk diundang kesana. Terus saya juga dapet undangannya. Berhubungan undangannya one plus one, makanya saya ngajak Taufik, yang jadi tandem saya mengelola komunitas Backpacker Dunia Regional Jawa Barat. Alhamdullilah, profesi taufik sebagai model nurse ternyata sangat fleksibel, meski mbak2 mas2 yang satu ini kadang sering ngomel2 kalo dapet HolliSHIfT katanyah.  Makanya kami berdua akhirnya bisa juga menyambangi acara tersebut di betawi di Senin pagi , hari dimana biasanya orang kerap bersungut-sungut “I hate Monday!”

“Cuma launching doang, semangat amat?”-ada di faq para keypoer
Saat saya minta ijin sama pak suami saya yang keren, ganteng, baek hati, dan suka melemparkan joke-joke ringan yang kadang “ngeprul” saking garingnya; ata edun ini sempet nanya juga, kok saya ampe bela-belain datang gituh kesana.  Soalnya begini lho, jadi pas acara launchingnya, CEOnya Air Asia;  masbro Toni Fernandes bakal datang juga. Itu aja sih magnetnya. Abis saya ngefans sama beliau sejak nonton the apprentice. Saya tuh kagum sama achievement beliau, yang sukses melintas profesi dari seorang produser kahot di EMI MUSIC ASIA, lantas ujug-ujug “milotin” anak perusahaan Malaysia Airline yang nyaris bangkar dengan hutang yang berjutajuta dollar. Tapi lihat 1 dasawarsa kemudian, Airasia didapuk menjadi salah satu LCC yang paling subur di dunia, dengan ratusan armada yang melayani wilayah Asia dan Australia (dan masih ngarep buat buka jalur lagi ke eropa). Siapa nyana perusahaan yang dibeli Masbro Fernandes seharga 1MYR tersebut bisa begitu gemilang. So yep, he’s litteraly has the touch of midas, i might say.

Makanya itu, saya niatin banget  kesana. Pengen ketemu beliau aja, kali-kali aja ketuleran hebatnya. Hahaha, sama artis aja saya gak pernah kaya begini lho. Duluuu, waktu masih nguli di jakarta, saat berkeliaran  sore2 melepas stress sehabis gawe di Mall terdekat semacam GI dan FX, gak jarang tuh bumped sama artis papan atas sampe papan gilesan, yah biasa aja, gak kepengen nanya-nanya, minta tanda tangan apalagi nyelfie. Padahal kalo diinget-inget lagi, dulu pas jaman saya SD, saya papasan gitu sama OBBIE MESAKH lho abis pulang nonton catatan si boy ke (....) di bioskop Nusantara, Bandung. Alamak, saya kejar beliau, minta tanda tangannya di secarik kertas tissue hadiah beli pop corn. Waktu itu gak bawa “tustel” jadinya gak sempet foto deh :D (eh, btw, Palaguna udah gak ada yah-saya syedih aslinya, bangunan bersejarah itu, tempat saya ngubek baju lebaran).


Acara Launchingnya ngapaen ajah?
Honestly, event ini merupakan acara launch pertama yang pernah saya ikutin. Jadi saya gak ada ekspektasi yang gemana-gemana gitu. Tapi eh, pas nyampe kesana, suka deh sama concept event yang diusungnya. Tema utamanya “Carnival” alias pasar malem ala-ala londo. Di luar ballroom Intercontinental midplaza, sudah disediakan beberapa permainan khas karnaval semacam Plinko board, wheel of fortune, daaan yang paling kita suka, ada juga booth foto lengkap dengan suasana santay kaya dipantayyyy, eh udah, gitu, sehabis dijepret, langsung dapet hasil cetaknya buat oleh-oleh orang rumah- (mereka pasti hepiiiiii banget liat foto kita2 :P)

Suasana di kota santri
Ballroom Midplaza
Oh, iya. Sebelum masuk, kita musti register dulu. Mejanya dipisah untuk kalangan pers dan bloggers. Kita juga diminta meninggalkan kartu nama kita, yang konooooooon, bakal diundi untuk dapet hadiah berupa tiket Airasia. Alamak, berhubung kami berdua blogger kafiran, mana punyalah kami kartu nama. Tapi untungnya pihak panitia sudah menyediakan kartu kosong  yang bisa kita tulisin nama dan asal kita.  Jadilah saya nulis disana nama lengkap saya: susan angelika, flashpacker mama. Gak pake jampijampi apa-apa, tapi menggumam “Bismillah”, baru saya cemplungkan si kartu nama instan tersebut ke dalam bowl bening yang besar dan lucu.

Setelah menikmati fingerfoods yang disediakan, dan juga beres foto-foto, lumayan ada sedikit hawa berasa artis gitu, soalnya kebeneran karpetnya merah. Mungkin kalo karpetnya warna ijo, kaya beres shalat Ied di Mesjid yah, cuma minus salam-salaman sama maaf-maafan aja sih. Abis semua orang pada mengumbar senyum, ramah-ramah gitu. Terutama para pramugari Airasia yang saat itu rupanya lagi dines darat, dan ngejagain pintu masuk ballroom yang disulap mirip kaya masuk pintu pesawat. Ciamik. Sayang gak kefoto :D

to be cont yah :P

Saturday, May 10, 2014

[Sponsored] Garden by the bay,taman gigantik diatas reklamasi

Ibu saya dan Kakang

Hari terakhir  saya alokasikan untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata baru di Singapore, yaitu Garden by the bay, sebuah taman seluas 101 hektar yang berdiri diatas area reklamasi. Posisinya hampir depan-depanan dengan Esplanade dan juga Singapore Flyer, dan disebelah kirinya ada Marina Bay Sands yang terpisahkan oleh hamparan air yang berkerlip tertimpa sinar matahari singapura yang mulai garang, padahal waktu baru merangkak ke jam sebelas siang. 


Karena mengejar waktu dan juga dasar kepraktisan, saya memilih menggunakan taksi menuju tempat ini. Tetapi mencari taksi di jam-jam mobilitas tinggi ternyata lumayan susah. Akhirnya saya memutuskan supaya kami menumpang bus terlebih dahulu hingga Hill Street, berharap  ditengah kota, turn over taksinya tinggi dan disitu kami (saya) musti lagi-lagi gigit jari. Taksi tetap susah. Untungnya kakang enggak rewel, dia sibuk jelalatan melihat mobil-mobil bagus lalu lalang membelah jalanan singapura yang besar dan apik. Iya, disini, enggak ada tuh pemandangan mobil reot-peot yang mengepulkan asap dari knalpot yang renta. Mobilnya mulus semua. Dan semacet-macetnya Singapura, masih macetan Cicadas dan jalan Jakarta jam 8 pagi. Beneran.

Marina Bay Sand mengintip dari sebelah kiri
Akhirnya dapetlah taksi, dan kurang lebih 15 menit kemudian kami pun sampai di TKP. Dan Super tree yang tinggi menjulang pun memenuhi horison saya. Saya cuma bisa bilang "WOW" gak pake koprol, susah sambil dorong stroller. Singapura kalo bikin bangunan gigantik emang bener gak tanggung-tanggung yah. Super keren! Sekilas saya sempat baca, untuk Garden by the bay ini, pemerintah Singapura memang khusus mengadakan sayembara international untuk menentukan master plan desain. Dan agensi arsitek terpilih juga melibatkan environmental design consultants  dan structural engineers dalam proses pembangunan si Garden by the bays ini yang memakan waktu kurang lebih 7 tahun dari mulai pencetusan ide, hingga resmi dibuka Juli 2012.


Ada 10 atraksi di Garden by the bay ini, baik yang berbayar dan juga gratis. Atraksi utama yang berbayar adalah 2 konservatori yaitu Flower dome dan Cloud forest. Tiketnya lumayan juga, sebesar S$28 untuk dewasa dan S$15 untuk anak. Kita juga bisa memilih salah satu konservatori saja, jika tidak ingin masuk ke -2 tempat tersebut kok. Oh iya, harga tiket tersebut lebih murah S$8 untuk warga singapura, tetapi saat membeli tiket musti memperlihatkan kartu identitas. Jika bernyali kuat dan tidak takut ketinggian (bukan saya banget), bisa berjalan-jalan diatas ketinggian 22 meter dari permukaan tanah di OCBC skywalk yang menghubungkan 2 supertree sepanjang 128m dengan membayar S$5 saja untuk dewasa dan S$3 untuk anak. Pihak management juga menyediakan penyewaan audio guide sebesar S$8, kursi roda dan stroller bayi sebesar S$2/hari. Tapi jangan khawatir, jika takut merogoh kocek terlalu dalam, kita bisa mengakses outdoor garden di Bay south dan juga Far east organization children garden secara gratis, tis, tis. Asyik bangetkan? 


Setelah melewati beberapa Supertree grove yang menjulang 25-50 meter ke langit, kita harus berjalan sekitar 10 meter menuju kubah pertama. Supertree groove ini adalah taman vertikal yang memiliki 16 lantai, terdiri dari 162,900 tanaman yang berasal dari 200 spesies dan varietas anggrek, paku-pakuan, dan tanaman tropis lainnya. Ada 11 supertree yang tersebar di seantero taman raksasa ini. Melihat supertree, ingatan saya melayang ke film avatar, padahal kalo dari segi penampakannya, sama sekali gak mirip dengan tree of souls-nya avatar. Tetapi mungkin penampakan supertree groove dikala malam yang dihiasi cahaya lampu beraneka warna, yang sedikit mengaitkan ingatan saya pada tree of souls-avatar. Oh iya,energi yang digunakan supertree untuk menghasilkan cahaya lampu dan juga musik dimalam hari itu berasal dari hasil panen solar panel seharian lho. 



Hutan berkubah
Setelah nulis ngalor-ngidul, akhirnya saya sampai juga menulis bagian Flower dome ini.Maaf, ibu-ibu jaman sekarang banyak distraksi. Salahkanlah drama korea, tukang sayur yang lewat dan kakang yang merengek jajan. Tuhkan, udah kemana-mana lagi ini.arghhh..maaf #tutupmuka. Saat menuju flower dome, di sebelah kiri kita ada sebuah cafe yang bisa dijadikan sebagai tempat "parkir" dikala lapar. Soalnya kita tidak boleh membawa makanan ataupun minuman ke dalam dome. Ada beberapa tempat makan yang berada diseantero Garden by the bays. Tapi sungguh, saya gak tega buat masuk ke dalamnya, gak tega sama dompet saya. Untuk berhemat dari segi makanan, kita juga bisa lho piknik di outdoor gardennya itu, selama memperhatikan kebersihan, tidak meninggalkan sampah apapun disana. Inget yah, jangan sampai sebutir nasipun tertinggal di atas rumputnya, apalagi tertinggal di muka, malu atuh udah gede makan aja masih belepotan.


Akhirnya saya sampai juga ke kubah pertama yang diberi nama "Flower dome". Tak tampak ada antrian yang heboh di ticket booth. Saya pun bisa langsung leluasa menuju ke TKP. Setelah melewati gate dan pemeriksaan tiket, saya memasuki ruangan yang berisikan layar-layar besar dikiri kanan dengan penerangan yang sengaja dibuat buram. Layar layar tersebut menayangkan bermacam-macam bunga dengan time lapse. keren.



View dari level teratas
nyaman bagi mereka yang membawa stroller
Dan saat saya sampai diujung ruangan itu, sampailah saya diawal petualangan dikubah tersebut. wow. pemandangannya cukup membuat saya tercekat. Saya berada diposisi yang paling tinggi dikubah tersebut, dan pengaturan level dikubah tersebut dibuat spiral menurun ke bawah, tetapi kemiringannya dibuat cukup landai, sehingga lutut un tidak cepat lelah, dan juga bagi mereka yang meiliki keterbatasan, bisa menggunakan kursi roda ataupun stroller bayi dengan nyaman tanpa takut menuruninya dengan kecepatan 200km/jam. 





Saat itu, kebetulan sedang berlangsung festival tulip yang memang menjadi salah satu atraksi andalannya. Setiap tahun, pihak Garden by the Bays mendatangkan berbagai macam jenis Tulip langsung dari Belanda. Kemudian mereka pun menatanya sedemikan rupa lengkap dengan miniatur kincir dan rumah khas Belanda. Mereka ingin memindahkan keukeun dan Madurodam ke Singapura. 



Meski banyak orang, didalam tak sedikitpun terasa panas ataupun gerah. Karena suhu di dalam kubah, diatur sedemikian rupa supaya disesuaikan supaya mirip dengan iklim mediteran.  Sayapun mulai penjelajahan mengarungi kubah raksasa yang menajdi rumah berbagai vegetasi dunia ini. Sepanjang jalan menurun,sesekali saya berhenti untuk mengambil foto atau sekedar mendekati tanaman yang menarik minat saya. Tanaman disini dikelompokkan menurut asal dan jenisnya. Saya tergaga saat saya melihat sebuah pohon zaitun yang berasal dari Spanyol dan konon berumur 1000 tahun lebih. Dan Juga pohon primitip lainnya seperti pohon baobab yang berasal dari benua Afrika. Saya gak habis pikir bagaimana caranya dibawa kesini. aeuh-maeh-jing.


Kesempatan buat foto-foto tentunya enggak dilewatkan oleh semua orang. Sepanjang jalan banyak orang yang sekadar mengambil selfie, groupie atau yang benar-benar mendedikasikan kameranya hanya untuk mengabadikan tulip yang merekah dengan warna gincu nan genit. Kalo kakang sih penasaran sama kelom yang gede banget ini.



what's on your mind, kiddo?


Tips:
  • Jika ingin benar-benar mengunjungi semua atraksi di garden by the bay, bisa mengambil waktu seharian. Saya sarankan untuk memulai disaat pagi, dengan mengunjungi Heritage Garden yang sudah dibuka sedari jam 5 pagi dan juga Gratis Tempat lain di Singapura biasanya baru dibuka setelah jam 10. Jadi ada bagusnya jika mengunjungi tempat ini sambil sekalian mengunjungi Merlion, misalnya. Di Merlion jam 7 atau jam 8 pagi, selain belum banyak orang, juga tidak akan terpapar panas.  Setelah dari merlion, bisa langsung menuju ke salah satu dari 4 taman yang ada di Heritage Garden, sambil piknik juga asyik banget tuh. 
  • Jika hanya bisa mengalokasikan waktu di siang hari, saya sarankan untuk selalu membawa payung liat jika ingin berkeliling di area Garden by the Bay. Karena beberapa area yang tidak ada pohonnya bener-bener panas.
  • MRT terdekat adalah Bayfront MRT, disediakan juga shuttle gratis menuju Garden by the bay.Taksi juga banyak tersedia di Taxi stand dekat information center.
  • Yang membawa bayi/anak kecil ataupun orang tua, ada penyewaan stroller bayi dan juga kursi roda dengan harga terjangkau, hanya $2 saja per hari.
  • Loker juga tersedia di Golden Garden (dekat Cafe Crema) dan di  The Canopy (sebelahVisitor Services Centre). Biaya loker berkisar di S1-3, tergantung besar kecilnya tas/barang yang dititip.
  • Jika ada emergensi, First aid services tersedia di  Visitor Services Centre
  • ATM tersedia di The Canopy
  • Free WiFi (wireless@SG) tersedia di The Canopy, Supertree Grove and The Meadow











Friday, May 9, 2014

Pusing-pusing SIN, 24 April 2014

Kita baru siap dari hotel sekitar jam 9an pagi. Dan pagi ini, kita mu pindahan dulu ke hotel Fragrance Emerald di geylang. Hah? Geylang? Yakin? bawa anak kecil? Lah, iya. yakin dong. Saya justru emang penasaran banget, emang sekaya gimana sih geylang ituh. makanya saya menyengaja pilih hotelnya yang disana. The verdict? ntar reviewnya saya pisahin yah:)

Saya mutusin buat pakai taksi menuju Fragrance mereald di geylang ini, menghindari kerepotan dan kelelahan. 20 menit kemudian , kita sudah sampai disana. Alhamdlilah banget bisa dikasih early check in. Setelah mendrop barang, kita langsung jalan keluar. Ada bus stop yang dekat, dan kita naik bis untuk menuju ke Mesjid Sultan. Sengaja supaya bisa shalat dulu disana.


Setelah beres shalat, makan siang di restoran halal yang ada disana. Terus kita lanjut menuju area bugis, sambil jalan santai aja melewati arab street. Untungnya saat itu mataharinya gak terlalu terik.

Sampai bugis, mampir dulu ke Bugis junction, nyari money changer dulu. taunya money changer langganan lagi tutup. Jadinya nyari money changer yang di bugis street. Nukerinnya gak banyak ko. Emang kemaren gak sempet ke GMC. cuma mengandalkan sisa-sisa SGD yang ada dirumah aja.

Sempet belanja di watson bentar, belanja makeup yang unyuunyu buat Ami ^^ udah gitu break bentar di foodcourtnya. Lanjut jalan lagi ke Mustofa centre.Gak terlalu lama sih disana, cuma beli bumbu kari titipan aja. Idih, sempet linglung disana. Abis Mustofa sekarang makin gede aja, terus displaynya juga rubah. Ada 2 bangunan dikirinya yang sudah di took-over. Ckckck.iyalah 365 hari tanpa libur, keran duit ngocor terus!

Dari mustofa, lanjut lagi ke orchard. Pake taksi lagi. Sempet susah dan rebutan juga niy cari taksi. Ada beberapa taksi yang gak mau bawa kita karena :cuma" ke orchard. Sigh. Tapi akhirnya dapet juga yang mau nganter.

Sampe orchard,biasalah cari eskrim 1 dollaran ituloh. jadi terngiang-ngiang omongan ibu mertua saya, yang minta dioleh2in aja si eskrim sedolaran itu. "bekel termos w san.." aih, mama..



dan kakang juga tampak menikmati banget si eskrim itu, untung gak minta nambah.buahaya. Jalan-jalan dikit disana. tapi eh, ko, anginnya mulai gak enak. Akhirnya mutusin buat naik bis aja, naik bisnya yang tingkat di atas. Sengaja, sembarang aja naik bisnya. Kakang seneng banget. Turun di beberapa bus stop berikutnya supaya ga terlalu kesasar, trs pulang deh ke hotel pake taksi lagi. Nyampe hoel, bersih-bersih langsung Zzzzz. Duh, kerasa banget badan capenya. Saat-saat kaya gini, langsung jadi kangen Appanya kakang.