Monday, October 27, 2014

Panduan Pembuatan Paspor online di KANIM Bandung


 "Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril."-Rhenald Kasali


Tepat tanggal 30 Oktober tahun ini, paspor saya dan pak suami habis riwayatnya. Tadinya saya sangat berminat sekali untuk menggantinya dengan e-paspor, apalagi  saat  negara Sakura mengumumkan bebas visa 15 hari khusus untuk pemegang e-paspor. Tempting.  Saya bahkan pernah coba menelpon ke Kanim Bandung dan juga mengemail ke bagian Humasnya Ditjen Imigrasi. Jawaban dari Humas Ditjen Imigrasinya pun kaya gini: 



Tapi apa daya, pembuatan e-paspor untuk saat ini hanya bisa dilayani di Kanim-kanim area Jakarta, Batam dan Surabaya saja. Dan bayangan musti kudu datang ke salah satu kanim Jakartanya aja 2x dari Bandung udah cukup bikin mundur teratur. Lagian, kalopun berangkat ke Jepang, kami musti paket lengkap, sementara Kakang-anak saya, paspornya aja umurnya baru setaun lebih muda dari umurnya yang sekarang 2,7 tahun. Dan pastinya tetep kudu ngajuin visa lagi buat dia. Jadi yah sudahlah, e-passportnya nanti sajah, kalo udah dilayani di Kanim Bandung, yang entah kapan.#shakingheads

***

Akhirnya sayapun memutuskan memperpanjang paspor biasa aja. Terakhir saya membuat paspor online hampir setahun lalu, tepatnya Desember 2013 untuk ibu saya. Pada saat itu, pembuatan paspor online mesti siap dengan scanan dokumen-dokumen penunjang. Ternyata per tahun ini, tepatnya per 26 Januari 2014, ditjen imigrasi melakukan uji coba ONE STOP SERVICE di 9 Kanim di Indonesia, dan Bandung adalah salah satunya. 

Yang pertama terasa faedahnya adalah menghilangnya  proses upload-uploadan itu (alhamdulillah) soalnya kadang dengan koneksi  internet kita sekarang ini yang warisannya si Mr. TS itu tuh, upload 3-4 dokumen aja kadang cukup bikin senewen, rambut kerting dan hilang nafsu makan kalo koneksinya lagi super lola.

Selain memangkas proses upload, Pihak Ditjen Imigrasi pun memangkas beberapa prosedur yang di merge jadi satu!outputnya? Sumpah keren banget! Kalo dulu kita musti datang , ngantri verifikasi data, terus bayar ke bank, besoknya  atau lusanya datang lagi buat foto ,sidik jari dan wawancara di waktu yang berbeda. Saat ini? Kita cukup datang, ngantri dan dan kesemua prosedur tersebut dilakukan satu waktu!

Tapi memang perubahan tersebut bukan tanpa glitch sih, terutama pas onlinenya. Banyak captcha yang musti diisi rada bikin ilfil. tetapi setelah dipikir lagi, gapapa deh ribet diawalnya, tapi no bumpy road selama perjalanannya.

Buat step lengkapnya boleh simak dibawah ini yah:

* Masuk ke web imigrasi disini, kita akan berada di beranda web tersebut. Lalu klik layanan paspor online yang akan membawa kita ke halaman website baru .


*Lalu klik tab Pra permohonan personal, dan akan sampai ke halaman ini: 

Disini yang agak rancu, di beranda imigrasi ada image yang menyatakan bahwa kedudukan paspor 24h dan 48H sama derajatnya yang membedakan hanya halamannya saja.


Tetapi saat saya coba mengklik paspor biasa 24h, muncul keterangan bahwa paspor 24h biasanya diperuntukkan bagi TKI, lah jadi bikin bimbang dong, kalo mau bikin yang 24h juga. 
 
Padahal kalo yang pake paspornya sekali-sekali aja, misal buat umroh yah cukup banget tuh pake 24h. Kecuali emang dipakle buat hilir mudik gituh. Ah, ambigu ah L Yah, sudah. Akhirnya, lagi-lagi terpaksa saya buatin tante saya yang 48h juga.

Catatan penting:  
Jika buat paspor buat anak yang masih dibawah 17 tahun alias belon punya KTP atau bahkan balita, gak usah pusing buat ngisi kolom-kolomnya; 
  1. untuk alamat email, isikan dengan alamat email ortu yang aktif. Ini juga berlaku kalo buatin paspor orang lain yang enggak punya email juga,  masukin aja email kita.  Email ini penting, karena semua notifikasi dari imigrasi akan masuk melalui email ini.
  2. Untuk kolom pekerjaan, isi aja “lainnya”
  3. No identitas : masukan saja NIK yang tertera di KK
  4. ID berlaku sampai: tambahkan 5 tahun dari tanggal KK dikeluarkan
* Isi semua kolom yang diperlukan. Pastikan pada saat mengisi harus santai dan jeli, terutama pada saat mengisi/memilih kanim yang scroll down ke bawah itu, cek lagi kalo kita memang sudah memilih Kanim yang dituju. Karena kadang, kalo teledor, pilihan bisa ke scroll atas atau bawahnya. Jadi bagian ini musti dicek 2 kali. Hal lainnya di isi sesuai dengan data yang kita punya.
Setelah klik lanjut, kita akan sampai ke halaman berikutnya, dan mengisi data kembali. Saya sih cuma mengisi alamat saja dan nama suami, Nama ayah dan ibu bisa dikosongkan.  Kecuali untuk bikin paspor anak, isi nama ayah dan ibu.


Setelah beres, klik lanjut dan kita akan sampai ke halaman terakhir yang berisi summary pendaftaran kita. Disana juga akan terlihat deretan tanggal yang tersedia untuk kita datangi, setelah kita menuntaskan pembayaran ke bank. Masukan captcha yang terlihat dan klik OK.

* Kita akan sampai di halaman terakhir:

  * Segera cek email kita, akan ada konfirmasi permohonan sbb:
  
 * Selain itu akan ada dokumen PDF yang berisikan Bukti pengantar ke Bank. 

* Masa tenggang pembayaran adalah 5 hari kerja dari saat kita mendapatkan notifikasi pertama. Lebih baik sih langsung dieksekusi aja kalo ada waktunya, daripada kelupaan terus musti ngulang lagi printilannya karena cut off timenya kelewat dan proses pendaftaran otomatis dihapus system. Jadi, Print  saja bukti pengantar bank tersebut dan saatnya pergi ke Bank BNI, siapkan uang sebesar 355rb buat paspor dan 5rb untuk biaya admin bank. Setelah selesai, pihak bank akan memberikan kuitansi pembayaran. Minta teller untuk melingkari  angka JURNAL BANK yang nanti akan kita isikan pada saat verifikasi pembayaran.


* Setelah proses pembayaran beres,  buka kembali email dari imigrasi. Klik “Lanjut” ataupun klik link yang tersedia, kita akan masuk ke halaman ini:


* Masukan jurnal bank  berupa 6 digit angka yang sudah ditandai oleh teller, masukkan captcha dan cek tanggal yang tersedia, lalu klik lanjut.


* Kita akan sampai ke proses final pendaftaran paspor online kita, dan mendapatkan ini:



* Proses pendaftaran done. Cek kembali email kita, kita akan mendapatkan email notifikasi yang ke-2 dari pihak imigrasi yang berisikan tanda terima permohonan kita:





* Dalam badan email tersebut akan terlampir dokumen PDF yang berisi tanda terima permohonan kita. Dalam dokumen PDF tersebut, selain  halaman pertama yang berisikan tanda terima permohonan tersebut, juga akan ada 2 halaman formulir yang sebagian sudah berisikan data kita dan sisanya kita harus tulis dengan tinta hitam. Untuk formulir ini sih sebenernya bisa diprint atau tidak juga, enggak masalah. Soalnya pas di Kanim, kita tetap akan diberikan formulir yang tetap musti diisi lagi. 

 
* Print tanda terima permohonan tersebut. Prapermohonan paspor kita officialy done. Yay :) #sekakeringet


Nah sekarang tiba dibagian :”apa yang musti disiapin pas hari H-nya”.  
Sebelum berangkat, sehari sebelumnya, pastikan semua dokumen  dan barang yang diperlukan sudah tersedia dalam 1 Map:
  •  KTP asli dan FC KTP (Format FCKTP adalah bagian depan dan belakang  KTP berada di  1 lembar A4, bukan dipotong depan blkg seperti  FC KTP biasa)
  •  KK Asli dan FC KK
  • Ijasah/ Surat nikah/ Akte kelahiran asli dan FC
  • Paspor asli  Ortu dan FC Paspor Ortu untuk mengajukan paspor anak yang ortunya sudah meiliki paspor terlebih dahulu *
  • Surat pengantar dari Biro umroh bagi yang akan umroh*
  • Materai 2 lembar dan lem stick untuk menempel
  • Pulpen yang berfungsi baik
  • Berpakaian rapih, )laki-laki berkemeja kerah ataupun berbatik)  dan perempuan memakai baju rapih, jika memakai kerudung,, pakailah kerudung yang rapih) , bersepatu. 
 *Tentatif

Catatan penting: Sebelum mengajukan permohonan, kita lakukan screening dokumen kita terlebih dahulu. Pastikan semua nama kita sama disemua dokumen. Misal, jika nama di KTP dan Akte sama, tetapi di KK berbeda 1 huruf pun, maka kita harus memperbaiki nama yang ada di KK dengan membuat ulang KK nya dan ini akan butuh waktu antara 2 minggu hingga 1 bulan, tergantung kecepatan pelayanan di masing-masing kelurahan.

Atau misalnya kasus lain adalah yang memakai surat nikah, karena tidak memiliki ijasah ataupun akte kelahiran, tetapi tanggal dalam surat nikah tidak jelas, luntur karena buku nikahnya sudah berumur hampir 4 dasawarsa, atau nama mempelai tidak sama atau beda tanggal lahir, maka mintalah surat pengantar dari KUA untuk dibuatkan kutipan akta nikah sebagai penunjang pembuatan paspor.  Cek juga tanda tangan di Kolom KTP ataupun KK , sudah ditanda tangan ataupun belum. Hal-hal seperti ini nampak sepele, tetapi sangat penting. Banyak yang kejadian sudah cape mengantri, saat baru discreening di meja dokumen saja sudah disuruh pulang kembali. Rugi waktu dan bikin BT.

Pada hari yang sudah kita tentukan, datanglah pada saat pagi. Saat ini, Kanim 1 Bandung hanya membatasi pelayananan pendftaran paspor secara manual sebanyak 250 orang, dan paspor online 250 orang.  Kanim 1 Bandung sendiri buka pada pukul 08.00 pagi. Tetapi datanglah pada pukul 07.00 atau 7.30 pagi memastikan kita mendapatkan no antrian untuk hari itu, karena meskipun kita sudah melakukan pra pendaftaran, tetapi jika kuota 250 orang sudah terpenuhi maka kita harus coba esok harinya lagi.

Masuk kedalam, dan menuju satpam yang menjaga bagian pendaftaran. Tunjukkan tanda terima permohonan kita, satpam akan menscan barcode dan memberikan no pendaftaran. Dibagian depan kanim, ada meja yang berisi petugas yang menscreening dokumen pendaftar, terutama pendaftar manual. Dekati bapak-bapak yang ada diujung luar sambil tunjukan no pendaftaran online kita, dan kita akan diberikan map imigrasi resmi. Didalam map tersebut akan ada formulir yang sama telah kita print, dan juga surat pernyataan pembuatan SPRI (Surat perjalanan Republik Indonesia) alias paspor dan tujuan pembuatan paspor tersebut untuk apa, tanda tangan di atas materai.

Bawa semua kelengkapan dokumen saat no kita dipanggil kedepan, biasanya dokumen tersebut diminta terlebih dahulu dan kita dipersilakan duduk lagi. Tak lama nama kita dipanggil lagi, kali ini untuk langsung foto, pengambilan sidik jari dan wawancara super kilat. Kalo saya bawa stopwatch, mungkin ke-3 prosedur tersebut hanya berlangsung dibawah 10 menit saja. FLASHGORDON-Wusshhhh. Dapat tanda terima untuk pengambilan paspor 3 hari kemudian. Cakep. Udah beres, asyikkan. Datang jam 7 pagi,jam 10 udah bisa balik ke rumah dan nerusin masak atau cuci piring.nasib saya T_T






0 comments: